Pesawat disewa
Pesawat terbang Kashmir Princess ini berjenis Lockheed L-749A Constellation itu disewakan untuk keperluan pribadi oleh salah satu maskapai penerbangan asal India, yaitu Air India.
Pesawat itu disewa oleh pemerintah China untuk mengangkut penumpang dari Hong Kong ke Jakarta, untuk menghadiri konferensi Asia-Afrika.
Yang dipesan dalam penerbangan itu adalah Zhou Enlai (Chou En-lai *ejaan saat itu), Perdana Menteri pertama Republik Rakyat Tiongkok. Dia bertugas di bawah Ketua Mao Zedong (Mao Tes-tung *ejaan saat itu) dan berperan penting dalam kebangkitan Partai Komunis ke tampuk kekuasaan.

Pada menit terakhir, Zhou menjadwal ulang perjalanannya dan pesawat itu lepas landas tanpa orang nomor dua pemerintah China saat itu di dalamnya.
Lima jam setelah penerbangan, kru mendengar ledakan keras dan asap memasuki kabin. Api terlihat di belakang mesin sisi kanan. Kapten memutuskan untuk mencoba pendaratan laut. Dia menginstruksikan kru untuk membagikan jaket pelampung dan membuka pintu darurat untuk memungkinkan pelarian cepat ketika pesawat jatuh ke air.
Saat bersentuhan dengan laut, pesawat pecah menjadi tiga bagian dan hanya tiga orang yang selamat. Enam belas orang lainnya tewas.
Di antara yang tewas adalah tiga jurnalis kantor berita Xinhua: Shen Jiantu, Huang Zuomei dan Li Ping. Shen, yang meninggal pada usia 40 tahun, adalah yang tertua, sedangkan Li baru berusia 26 tahun.

Yang tewas yakni tiga anggota delegasi Tiongkok untuk KAA, lima jurnalis Tiongkok, satu anggota delegasi Vietnam, satu jurnalis Polandia, dan satu jurnalis Austria.
Sementara tiga orang yang selamat berenang selama 9 jam untuk mencapai pulau tak berpenghuni sampai mereka diselamatkan.
Salah satunya adalah awak pesawat Anant Karnik. Ia akhirnya menulis buku tentang kecelakaan pesawat Kashmir Princess.

Ledakan itu disebabkan oleh bom dengan timer yang diyakini diletakkan di atas pesawat dalam upaya untuk membunuh PM Zhou.
Hanya saja, rencana itu gagal. Zhou yang awalnya dijadwalkan ke Indonesia dengan pesawat itu mengubah keberangkatannya. Zhou Enlai ternyata tak terbang dengan pesawat itu.
Pemerintah China menuding agen Dinas Rahasia Taiwan yang bekerja di luar Hong Kong. Dia melarikan diri ke Taiwan dengan pesawat angkut milik CIA sebelum dia bisa ditangkap.
Selanjutnya: Terjadinya peledakan di pesawat..













