harris
NatunaStory KepriWisataZona Headline

Natuna dalam Kisah Sabotase Pesawat Paling Terkenal di Dunia

1201
×

Natuna dalam Kisah Sabotase Pesawat Paling Terkenal di Dunia

Share this article
banner 468x60

Pesawat disewa

Pesawat terbang Kashmir Princess ini berjenis Lockheed L-749A Constellation itu disewakan untuk keperluan pribadi oleh salah satu maskapai penerbangan asal India, yaitu Air India.

Pesawat itu disewa oleh pemerintah China untuk mengangkut penumpang dari Hong Kong ke Jakarta, untuk menghadiri konferensi Asia-Afrika.

Yang dipesan dalam penerbangan itu adalah Zhou Enlai (Chou En-lai *ejaan saat itu), Perdana Menteri pertama Republik Rakyat Tiongkok. Dia bertugas di bawah Ketua Mao Zedong (Mao Tes-tung *ejaan saat itu) dan berperan penting dalam kebangkitan Partai Komunis ke tampuk kekuasaan.

BACA JUGA:  Pemkab Natuna Tata Ulang Pantai Piwang, Pengelolaan Diserahkan ke Kelurahan, Bebas Pungli dan Estetik
Zhou Enlai PM Tiongkok yang batal terbang dengan Kashmir Princess

Pada menit terakhir, Zhou menjadwal ulang perjalanannya dan pesawat itu lepas landas tanpa orang nomor dua pemerintah China saat itu di dalamnya.

Lima jam setelah penerbangan, kru mendengar ledakan keras dan asap memasuki kabin. Api terlihat di belakang mesin sisi kanan. Kapten memutuskan untuk mencoba pendaratan laut. Dia menginstruksikan kru untuk membagikan jaket pelampung dan membuka pintu darurat untuk memungkinkan pelarian cepat ketika pesawat jatuh ke air.

Saat bersentuhan dengan laut, pesawat pecah menjadi tiga bagian dan hanya tiga orang yang selamat. Enam belas orang lainnya tewas.

BACA JUGA:  Sempat Diisukan Lumpuh Akibat Asap, Manajemen Bandara Hang Nadim Batam Akhirnya Buka Suara

Di antara yang tewas adalah tiga jurnalis kantor berita Xinhua: Shen Jiantu, Huang Zuomei dan Li Ping. Shen, yang meninggal pada usia 40 tahun, adalah yang tertua, sedangkan Li baru berusia 26 tahun.

Tiga jurnalis Kantor Berita Xinhua, tiga dari lima jurnalis asal Tiongkok yang tewas dalam peristiwa nahas tersebut. (Xinhua)

Yang tewas yakni tiga anggota delegasi Tiongkok untuk KAA, lima jurnalis Tiongkok, satu anggota delegasi Vietnam, satu jurnalis Polandia, dan satu jurnalis Austria.

Sementara tiga orang yang selamat berenang selama 9 jam untuk mencapai pulau tak berpenghuni sampai mereka diselamatkan.

Salah satunya adalah awak pesawat Anant Karnik. Ia akhirnya menulis buku tentang kecelakaan pesawat Kashmir Princess.

BACA JUGA:  Pesawat NAM Air Rute Batam-Natuna Tak Kunjung Terbang Berjam-jam, Penumpang Terkatung-katung Minta Kepastian
Buku yang ditulis Anant Karnit menceritakan perjuangannya menyelamatkan diri usai pesawat terjatuh di perairan Sedanau

Ledakan itu disebabkan oleh bom dengan timer yang diyakini diletakkan di atas pesawat dalam upaya untuk membunuh PM Zhou.

Hanya saja, rencana itu gagal. Zhou yang awalnya dijadwalkan ke Indonesia dengan pesawat itu mengubah keberangkatannya. Zhou Enlai ternyata tak terbang dengan pesawat itu.

Pemerintah China menuding agen Dinas Rahasia Taiwan yang bekerja di luar Hong Kong. Dia melarikan diri ke Taiwan dengan pesawat angkut milik CIA sebelum dia bisa ditangkap.

Selanjutnya: Terjadinya peledakan di pesawat..