Wan Aris menilai, saat ini kinerja pemerintahan daerah saat ini sudah dengan konsep dan kinerjanya yang luar biasa, di tengah masalah kekurangan anggaran. Namun konsentrasi pemerintah sudah sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumberdaya manusianya.
“Kami mendukung pemerintah daerah untuk jemput bola. Hari ini kan sudah dilakukan oleh Pak Bupati, hampir satu triliun anggaran terserap ke daerah untuk infrastruktur, karena pemerintah daerah dapat konsen pada swadaya manusia, kita berterima kasih dengan instruksi presiden Jokowi, supaya setiap kabupaten kota menarik investor-investor yang kira-kira mumpuni dan potensial untuk membangun daerah,” ujar Aris.
Instruksi ini sambungnya, secara otomatis membuat lapangan kerja yang terbuka. Misalnya dengan adanya kuarsa. Saat ini baru satu investor di pasir kuasa. Satu desa sudah tenang, karena mereka dapat bekerja.
Menurut Aris, Desa Pengadan dan Teluk Buton ini sebelumnya dikategorikan desa terbelakang dan dan tertinggal dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di Natuna. Masyarakat dan pemerintah daerah dapat menerima bagi hasil dari tambang kuarsa.
Berdasarkan informasi sambungnya, rencananya tahun 2004 ini, tambang kuarsa akan diberoperasi di Kecamatan Bunguran Utara, Kelarik, Kecamatan Bunguran Selatan. Dan bakal ada empat investor yang bergerak dibidang tambang kuarsa.













