Setelah membuntuti pergerakan pelaku yang sempat berputar-putar sebanyak dua kali, adik Nabilah langsung mengambil tindakan nekat dengan melakukan penghadangan di tengah jalan sambil berteriak histeris.
“Adik saya langsung menghadangnya sambil berteriak, ‘Maling… maling!’ Warga kemudian ikut membantu menghentikan pelaku,” kenang Nabilah saat memberikan keterangan.
Mendengar teriakan darurat itu, jiwa sosial Dodi langsung terpanggil. Ia spontan menghentikan kendaraannya dan berlari ke arah kerumunan untuk membantu mengamankan situasi.
Nahas bagi Dodi, keputusannya untuk fokus membantu membekuk salah satu tersangka justru dimanfaatkan dengan cerdik oleh komplotan pelaku yang lain. Di tengah kepungan massa dan riuhnya suasana jalanan, Dodi lalai mengamankan posisi sepeda motornya sendiri.
Melihat ada kesempatan dalam kesempitan, salah satu pelaku yang bertugas memantau situasi langsung menghidupkan mesin motor milik Dodi dan tancap gas melarikan diri dari lokasi kejadian perkara (TKP).
Dodi baru menyadari kendaraannya lenyap setelah salah satu pelaku berhasil diamankan oleh warga sekitar.
“Salah satu pelaku membawa kabur motor saya. Saat itu saya fokus membantu menangkap satu pelaku, sehingga tidak sempat mengamankan motor sendiri,” ungkap Dodi, saat membuat laporan resmi di Mapolresta Barelang.













