“Saya pikir dia benar, saya kasih motornya. Tapi dia tidak kembali lagi. Saya langsung sadar saya kena tipu,” kisah Parlindungan.
Kabar baik datang tak lama setelah laporan dibuat. Tim gabungan Polresta Barelang berhasil menangkap pelaku dan mengamankan motor korban dalam waktu singkat.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para driver ojek online untuk lebih waspada terhadap penumpang yang menggunakan modus offline, apalagi dengan iming-iming bayaran besar dan pendekatan emosional seperti ajakan salat atau infak.
Parlindungan pun berharap tak ada lagi rekan seprofesinya yang mengalami hal serupa.
“Semoga tidak ada lagi yang jadi korban seperti saya. Buat teman-teman sesama driver, hati-hati dan jangan gampang percaya,” pungkasnya.













