Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat dan laporan dari International Maritime Bureau (IMB) Singapura, yang mencatat sejumlah kejadian perampokan serupa dalam beberapa waktu terakhir.
“Tim kami melakukan patroli di titik rawan, dan berhasil mendeteksi pompong yang mencurigakan mendekati kapal MT Thom Elisabeth. Delapan pelaku pertama langsung kami bekuk saat beraksi,” terang Handono.
Pengembangan kasus membawa polisi ke tiga pelaku lainnya, termasuk otak di balik komplotan, serta seorang pelaku yang kedapatan membawa paket sabu, dan seorang lainnya yang bertugas mengirim barang curian ke Jakarta.
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa: Sparepart hasil curian, Satu unit airgun (senjata angin) untuk menakuti awak kapal, Satu unit kapal pompong, dan sejumlah paket narkoba.
“Airgun tidak digunakan saat beraksi, tapi dibawa untuk intimidasi jika dibutuhkan. Sedangkan sabu ditemukan pada salah satu pelaku saat penangkapan kedua,” tambahnya.
Lebih mengejutkan, polisi mengungkap masih adanya tiga kelompok bajak laut lain yang aktif di wilayah yang sama: kelompok J, O, dan JO. Ketiganya diduga menggunakan modus serupa dan kini menjadi target operasi berikutnya.













