Ironisnya, fasilitas penutup drainase besi yang digondol tersebut sebenarnya baru saja dipasang. Proyek ini merupakan bagian dari upaya BP Batam untuk menata estetika kawasan Underpass Pelita, termasuk pengerjaan proyek light box yang digadang-gadang bakal mendongkrak daya tarik wisata dan kemajuan infrastruktur Kota Batam.
Li menyebutkan, tim di lapangan sudah memeras keringat bekerja siang dan malam agar wajah kota Batam semakin menawan. Namun, usaha tersebut justru dinodai oleh aksi kriminal segelintir orang. Menurutnya, tindakan egois ini tidak hanya merugikan anggaran pemerintah, tetapi juga merampas hak seluruh masyarakat Batam untuk menikmati fasilitas publik yang aman dan nyaman.
Aksi penjarahan ini sebelumnya sempat terekam kamera warga yang sedang berolahraga jogging pagi sekitar pukul 05.02 WIB. Dalam video viral yang diunggah akun @rusli_kurniawan, tampak seorang pria misterius bertopi hitam secara agresif memukul-mukul trotoar dengan palu besar demi menjebol besi drainase, sementara sebuah becak motor (bentor) bersiap di dekatnya untuk mengangkut hasil jarahan.
Menanggapi video yang telanjur bikin geram netizen Batam tersebut, Li Claudia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Pemerintah Kota Batam bersama aparat penegak hukum kini tengah melacak identitas pelaku.













