Namun ternyata kesuksesan tersebut harus mengalami cobaan lagi. Warung Bustamam yang saat itu masih berupa gerobak harus diangkut oleh Satpol PP. Akhirnya, ia memutuskan membuka warung di lahan yang disediakan pemerintah. Harga beli lapak tersebut Rp 750 per lapak. Bernasib baik, warungnya laris-manis.
Kisah Bustamam tidak berakhir sampai situ saja. Ia sempat mengalami musibah, di mana rumahnya yang berada di Pejompongan habis terbakar. Saat itu yang berhasil ia selamatkan adalah istri, anak, serta gerobak dagangan miliknya. Karenanya, ia dan keluarga sempat tinggal di rumah pemasok bahan masakannya.
Tidak pantang menyerah, Butamam memulai lagi semua dari awal. Tahun demi tahun berlalu, kini ia sudah bisa menikmati hasil jerih payahnya. Bustamam mengembangkan warungnya ke daerah Pasar Bendungan Hilir di tahun 1974. Kemudian, lanjut buka cabang di Roxy Mas.
Kini usahanya itu dikenal dengan Rumah Makan Padang Sederhana. Kisah pemberian nama ini berasal dari nama restoran di Jambi tempat Bustamam dulu sempat bekerja. Selain itu, nama tersebut dipilih istrinya atas pertimbangan kata ‘Sederhana’ yang mudah diingat.
Kini, RM Padang Sederhana sudah tersebar di seluruh Indonesia dan dan memiliki sekitar 200 cabang. Bahkan, gerainya itu sudah sampai ke Malaysia. Bustamam mengembangkan rumah makan ini sendiri maupun dengan sistem franchise. Pada 2000, rumah makan ini berbadan hukum untuk mengamankan merek ‘Sederhana’. Kini RM Padang Sederhana berada di bawah naungan perusahaan bernama PT Sederhana Citra Mandiri.













