SingapuraZona Headline

Latar Belakang Anak Pendiri Singapura Cari Suaka, Tuding Negaranya Tempat Pencucian Uang

414
×

Latar Belakang Anak Pendiri Singapura Cari Suaka, Tuding Negaranya Tempat Pencucian Uang

Share this article
Lee Hsien Yang. Foto: REUTERS/Dawn Chua/File Photo Purchase Licensing Rights
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Putra bungsu mendiang pendiri Singapura modern Lee Kuan Yew, Lee Hsien Yang, memperoleh suaka di Inggris. Lee Hsien mengaku takut menghadapi risiko dipersekusi sehingga memutuskan mencari suaka di Eropa.

Lee Hsien Yang sejak tahun lalu mengasingkan diri ke Eropa, merupakan adik dari mantan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.

BACA JUGA:  Dispar Kepri Dompleng Potensi Wisata Pulau Berhala, Lingga Jadi Prioritas Pengembangan Pariwisata

Berawal dari perseteruan tingkat tinggi dalam keluarga paling terkenal di Singapura. Lee Hsien Yang dan saudara perempuannya, Lee Wei Ling, yang meninggal pada 9 Oktober lalu telah bertahun-tahun tidak akur dengan kakak mereka yang berpengaruh, Lee Hsien Loong, yang menjabat PM selama dua dekade.

Perselisihan kakak-beradik itu terjadi akibat perdebatan soal apa yang harus dilakukan terhadap rumah mendiang ayah mereka.

BACA JUGA:  DPRD Sahkan Perda PSU Perumahan Batam, Solusi Jitu Atasi Developer Nakal dan Aset Telantar

Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling menuduh kakak mereka, Lee Hsien Loong, telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk menghentikan penghancuran rumah keluarga sesuai dengan keinginan mendiang Lee Kuan Yew, yang meninggal dunia tahun 2015 setelah memimpin Singapura selama lebih dari tiga dekade.

Lee Hsien Loong berpendapat bahwa pemerintah Singapura-lah yang harus memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap rumah tersebut, termasuk kemungkinan mempertahankannya sebagai bangunan bersejarah.