Hubungan yang retak ini telah terungkap ke publik, dengan Lee Hsien Yang bersekutu dengan partai oposisi dalam pemilu tahun 2020 dan tahun lalu. Dia bahkan sempat mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Singapura.
Dalam postingan Facebook terbaru pekan ini, seperti dilansir Reuters dan Al Jazeera, Rabu (23/10/2024), Lee Hsien Yang mengungkapkan dirinya mencari suaka ke Inggris pada tahun 2022 sebagai “upaya terakhir”, dan permintaan suaka itu dikabulkan oleh London pada Agustus lalu.
“Serangan pemerintah Singapura terhadap saya menjadi catatan publik. Mereka mengadili putra saya, melakukan proses disipliner terhadap istri saya, dan meluncurkan penyelidikan polisi palsu yang telah berlangsung selama bertahun-tahun,” tulis Lee Hsien Yang dalam postingannya.
Dia menuturkan dirinya tidak bisa pulang ke Singapura untuk menghadiri pemakaman saudara perempuannya.
“Berdasarkan fakta-fakta ini, Inggris telah memutuskan bahwa saya menghadapi risiko persekusi yang beralasan dan tidak bisa kembali dengan selamat ke Singapura,” sebut Lee Hsien Yang.
“Saya mencari perlindungan suaka sebagai upaya terakhir. Saya tetap menjadi warga negara Singapura dan berharap suatu hari nanti akan aman untuk kembali pulang,” imbuhnya.













