“Pendidikan adalah senjata utama merubah dunia. Mendidik bukan pekerjaan mudah karena harus melakukan change of behavior atau merubah perilaku atau attitude seseorang. Bagi saya, saya ingin kalian semua menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegas Ansar disambut tepukan semangat para alumni Qur’an Center.

Ansar pun menegaskan dukungan penuhnya terhadap Qur’an Center. Meski anggaran daerah terbatas, namun beliau akan selalu berusaha untuk membantu pembangunan STIQ tersebut.
Salah satunya, Gubernur Ansar berkomunikasi dengan dua anggota DPRD Provinsi Kepri dari Partai Golkar yakni Zainal Abidin dan Ibu Hj Dewi Kumalasari yang tidak lain adalah istri Ansar Ahmad sendiri, untuk mengalokasikan masing-masing satu milyar rupiah dana pokok-pokok pikiran (pokir) mereka guna pembangunan gedung pertama STIQ tersebut.
“Saya yakin mereka setuju karena ini untuk al Qur’an. Ini urusannya di akhirat kelak,” ungkap Ansar sembari tersenyum melihat Zainal Abidin yang mengangguk tanda setuju.
Pembangunan gedung pertama STIQ ini memang menjadi impian sejak lama Direktur Qur’an Center Dr. H. Mahadi Rahman SQ, M.Pd.I. Pembangunan gedung pertama itu diperkirakan menghabiskan anggaran hingga tujuh miliar rupiah. Sementara untuk tahap pertama ini Qur’an Center baru memiliki modal awal sekitar Rp 500 juta.













