“Dua tahun pertama dibuka, hanya 29 orang yang mendaftar. Namun kemudian kami melihat peluang dimana para guru-guru agama baik di TPA, madrasah, sekolah-sekolah dasar, dan para pendakwah serta imam dan pengurus masjid membutuhkan jurusan agama ini untuk mengembangkan diri. Ketika mereka lulus, yang lain ikut tertarik kuliah di sini dengan biaya hanya Rp 375 ribu per bulan,” ungkapnya.
Zufriatun juga menceritakan jika dulunya yang mendaftar banyak yang sudah berusia tidak muda lagi, namun tahun ini dari 160 orang mahasiswa baru yang masuk, sekitar 90 persen adalah anak muda.

Ini menunjukkan bahwa pendidikan al Qur’an semakin diminati oleh kalangan muda. Terlebih prestasi STIQ tidak hanya di bidang al Qur’an tetapi juga baru-baru ini ada mahasiswa STIQ yang meraih medali emas pada olimpiade bahasa Inggris.
Pada kegiatan ini hadir sejumlah tokoh seperti anggota DPRD Kepri Zainal Abidin, tokoh tempatan Hasanudin SH, tokoh pejuang Rempang Abang Long, dan sejumlah pejabat dari Pemprov Kepri.













