Tapi memang dasar teman ini sedikit keras kepala. “Iya, hari-hari kita udah berkurban. Korban perasaan. kita Wong Cilik ini memang siap-siap dikorbankan.
Mau beli rokok aja susah, gimana mau kurban kambing. Lihat aja sono orang politik tebar-tebar hewan kurban, ngarep suara,” sergah dia.
“Waduh, kok nyerempet politik,” gumam saya.
Tapi teman saya juga melanjutkan; agar orang-orang politik juga bersiap korban perasaan. ‘Tabur-tabur” rejeki mereka saat ini belum tentu dipilih.
Menurutnya, masyarakat Batam sudah makin cerdas, mana calon yang benar-benar mampu secara pemikiran dan bermoral serta mana calon yang tebar uang kopi untuk meraih lebih banyak duit dan gila kekuasaan. Entahlah wai!!!










