Pukul 19.30 WIB, informasi resmi hilangnya penumpang diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang dari ASDP Tanjung Uban.
Pukul 19.50 WIB: Tujuh personel Rescue KPP Tanjungpinang dikerahkan menuju Pelabuhan ASDP Kijang, KSOP Kijang, dan Posal Kijang untuk berkoordinasi serta melakukan pemapelan (broadcast) ke kapal-kapal di jalur pelayaran.
Kamis, 23 Juli 2026: Eskalasi Pencarian Oleh Tim SAR Gabungan
Pukul 00.00 WIB: Pemantauan dan pencarian tahap awal di jalur perairan dilaporkan masih belum membuahkan hasil.
Pukul 07.30 WIB: Basarnas meningkatkan eskalasi operasi. Sebanyak 22 personel rescuer dikerahkan menggunakan kapal utama KN SAR 209 dari Dermaga Kampung Bulang.
Pukul 10.30 WIB: KN SAR 209 tiba di titik lokasi pencarian (Last Known Position) yang berjarak sekitar 37 Nautical Mile (Nm) pada radial 130°.
Tim SAR menerapkan metode track line search (menyisir sepanjang jalur yang dilewati kapal) dengan jangkauan bentangan 40 Nm dan track spacing 2,5 Nm.
“Pencarian terus kami lakukan secara maksimal. Kami juga telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Bakamla, serta merangkul nelayan lokal melalui HNSI untuk ikut memantau lintasan perairan tersebut,” tegas Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli.













