Gudangberita.co.id, Natuna – Kasus dugaan perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur yang menyeret Camat Pulau Tiga Barat, Junaidi, terus bergulir dan menjadi perhatian serius publik hingga pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Natuna pun mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan yang bersangkutan dan menunjuk Pelaksana Harian (Plh) camat guna menjaga stabilitas pemerintahan.
Berikut rangkaian kronologi lengkap kasus tersebut hingga keputusan resmi Pemkab Natuna.
Awal Terungkapnya Dugaan Pelecehan
Kasus ini bermula dari laporan keluarga korban ke Kepolisian Resor (Polres) Natuna. Korban diketahui merupakan seorang pembantu rumah tangga (PRT) yang dilaporkan masih berusia di bawah umur. Dugaan pelecehan seksual tersebut disebut berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Peristiwa itu terungkap setelah istri terlapor mengetahui dugaan perbuatan tersebut, lalu menyampaikannya kepada keluarga korban. Setelah korban mendapat pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Natuna, keluarga korban akhirnya melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Natuna.
Polisi Terima Laporan, Penyelidikan Dimulai
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna, Iptu Richie Putra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pelecehan seksual tersebut.













