Menghilangkan Jejak Pembukuan: Agar penilapan uang tunai ini tidak terdeteksi oleh sistem internal bank, Budi menyembunyikan berkas-berkas milik 14 nasabah tersebut di Ruang Marketing dan dengan sengaja tidak memasukkannya ke dalam pembukuan atau laporan transaksi rekening pembiayaan Mitra Guna.
Awal Mula Terbongkarnya Skandal Rp2,8 Miliar
Megaskandal perbankan ini akhirnya pecah berkat kejelian Kepala Cabang (Branch Manager) BSI KCP Anambas yang baru, Muhammad Khadafi, S.E., yang menerima penugasan pada 3 Juli 2024.
Saat Khadafi melakukan evaluasi berkala untuk memperbaiki kualitas pembiayaan, ia mendapati sejumlah data nasabah yang menunggak angsuran secara mandiri. Ia kemudian berinisiatif menghubungi para nasabah tersebut satu per satu sejak Senin, 8 Juli 2024.
Kejutan besar terjadi saat Khadafi mewawancarai salah satu nasabah bernama Rudi Hayadi. Rudi dengan tegas menyatakan bahwa dirinya telah melunasi seluruh kewajibannya secara tunai sebesar Rp145.275.000 langsung kepada Budi Setiawan pada Rabu, 13 September 2023 di luar kantor. Rudi bahkan mengirimkan bukti foto dokumen jaminan asli beserta Surat Keterangan Lunas yang ditandatangani terdakwa.
Namun, ketika Khadafi memeriksa sistem Core Banking pusat, data pembiayaan Rudi Hayadi tertera belum lunas dan masih aktif menunggak. Temuan janggal ini segera dilaporkan ke Area Manager BSI Batam untuk dilakukan investigasi.








