“Antara lain Matra Darat dengan 723.564 senjata ringan, 1.354 meriam/roket/rudal, 3.738 kendaraan tempur, dan 224 pesawat terbang. Marta Laut dengan 182 unit KRI, 8 kapal selam, 100 pesawat udara, dan 978 kendaraan tempur marinir. Sedangkan Matra Udara dengan 344 pesawat, 32 radar, 72 peluru kendali, dan 64 penangkis serangan udara,” jelas Bamsoet.
Baca juga: Pajak Pengiriman Barang Mencekik, Batam Sedang Tak Baik-baik Saja
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan visi Presiden Joko Widodo yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, konsekuensinya TNI Angkatan Laut harus bisa menjaga kedaulatan dan kekayaan laut dari segala bentuk ancaman, agar berbagai potensi laut dapat dimaksimalkan sebesarnya untuk kemakmuran Bangsa Indonesia.
“Agresifitas Tiongkok di sekitar Laut Natuna maupun posisi geografis Indonesia pada jalur ring of fire dunia, merupakan dua hal besar yang harus diwaspadai. Selain itu, TNI AL juga harus bisa mengantisipasi berbagai pelanggaran wilayah oleh kapal-kapal asing yang menyelendupkan Narkoba, illegal fishing, illegal logging, imigran gelap, perompakan, maupun pembajakan,” pungkas Bamsoet.
Turut hadir antara lain, Anggota MPR/DPR RI Robert Kardinal, Asisten Intelijen KSAL Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani, serta Danaspormar KSAL Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah.









