Tekno

Kenali 5 Modus Rekayasa Sosial agar Terhindar Penipuan Online

215
×

Kenali 5 Modus Rekayasa Sosial agar Terhindar Penipuan Online

Share this article
Ilustrasi
banner 468x60

Dengan cara itu, peretas yang berusia 18 tahun mendapatkan autentikasi login dikombinasikan dengan sejumlah informasi login yang didapatkan dari situs gelap. Peretas mengantongi sejumlah informasi sensitif dari pembobolan itu.

  1. Email dari CEO

Cara lainnya, peretas mengaku sebagai CEO, manajer, atau mitra bisnis dan mengirim pesan penting supaya korban segera mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang sudah ditentukan. Jika penjahat siber tertarik untuk membobol perusahaan, dia bisa saja mengirimkan lampiran yang sebenarnya berisi malware berbahaya.

  1. Pembajakan percakapan
BACA JUGA:  Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Salah satu serangan email, yaitu kompromi email bisnis (business email compromise/BEC), melibatkan orang-orang yang berpengalaman di perusahaan untuk meyakinkan korban mengikuti apa yang diinginkan penjahat siber. Cara itu juga dikenal sebagai pembajakan percakapan. Penyerang menyamar sebagai karyawan dan masuk ke dalam korespondensi bisnis untuk mendapatkan rasa percaya dari karyawan lain

BACA JUGA:  Polsek Sekupang Seret Penipu Uang THR Rp108 Juta ke Penjara

Dengan menyamar sebagai karyawan, penjahat siber bisa mendapatkan email asli dan membuat domain yang mirip. Skenario yang dilancarkan bervariasi, termasuk mengirim phishing atau malware.

Peretas biasanya membajak percakapan yang berhubungan langsung dengan uang, lalu memasukkan detail perbankan mereka pada saat yang tepat.