“Penjelasan hasil otopsi memang menyatakan bunuh diri, tapi bagi kami keluarga, ini masih menyisakan kejanggalan. Ada yang terasa tidak wajar,” tambah Din dengan nada penuh keraguan.
Tatap Limbong sendiri dilaporkan hilang sejak 11 Maret 2025. Saat keluarga mencoba menghubungi ponselnya pada 13 Maret, perangkat tersebut sudah tidak aktif. Jasadnya kemudian ditemukan tak bernyawa di semak-semak dekat Jembatan I Barelang, dalam kondisi mengenaskan.
Kepergian Tatap meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang istri yang kini harus membesarkan anak mereka yang baru berusia tujuh bulan. Ia dikabarkan tak kuasa menahan tangis saat mendengar kabar kematian suaminya.
Kasus ini masih menyisakan banyak pertanyaan di kalangan keluarga dan masyarakat. Meskipun unsur bunuh diri mulai menguat lewat temuan barang bukti, spekulasi mengenai adanya unsur lain di balik kematian bos koperasi ini belum sepenuhnya hilang.













