Alibi Mistis Jadi Kedok Pembunuhan Berencana
Koko dan komplotannya terus membangun narasi bahwa korban “kesurupan” dan “banyak drama” untuk melegitimasi penyiksaan yang mereka lakukan. Agar jeritan pilu korban tidak terdengar oleh tetangga perumahan, Papi Charles sengaja memasukkan dua buah speaker musik berukuran besar ke dalam kamar korban dan memutar musik dengan volume kencang (full bass).
Di dalam kamar yang lampunya sengaja dimatikan itu, Koko memukuli paha dan betis korban menggunakan potongan kayu bulat hingga kayu tersebut patah menjadi beberapa bagian. Tubuh korban yang lemas juga sempat disiram air satu ember dalam kondisi wajah ditutup handuk.
Eksekusi Akhir di Tempat Cuci Pakaian
Puncak eksekusi keji ini terjadi pada Kamis siang, 27 November 2025 di area cuci pakaian belakang rumah. Korban yang sudah tidak berdaya, tidak bisa berdiri, dan hanya mengenakan popok (pampers) diseret paksa menggunakan kursi lipat.
Mulut korban dilakban hitam melingkari kepala berlapis-lapis, dan kedua tangannya diborgol besi. Di sinilah Koko melakukan tindakan fatal yang merenggut nyawa korban.








