BatamViralZona Headline

Kasus Viral di Batam, 5 Fakta Mengejutkan di Balik Pembelaan Kontradiktif Bank Indonesia

2480
×

Kasus Viral di Batam, 5 Fakta Mengejutkan di Balik Pembelaan Kontradiktif Bank Indonesia

Share this article
BI Kepri saat memberikan keterangan soal video viral. (Foto: detikom)
banner 468x60
Seorang petugas BI tertawa saat seorang warga Batam Yusril Koto komplain terkait keluhannya. (Foto: TikTok @Yusril_Koto)

Namun, kronologi yang diungkapkan Yusril justru menampakkan arogansi petugas BI. Ia diperlakukan dengan tidak hormat dan diminta menukarkan uangnya di minimarket, sebuah saran yang tidak mencerminkan tanggung jawab BI sebagai pencetak uang.

  1. Pembelaan yang Kontradiktif

Husni bahkan membantah tuduhan bahwa pihak BI meminta Yusril untuk membuang uangnya. “Tidak ada meminta untuk dibuang,” katanya. Tetapi, sikap petugas yang mengesankan tidak peduli pada keluhan Yusril menunjukkan lemahnya komitmen BI terhadap amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

  1. Evaluasi yang Terlambat
BACA JUGA:  "Godzilla El Nino" Belum Tiba, Waduk Batam Sudah "Karat" Duluan Akibat Ekosistem Rusak

Setelah insiden ini viral, Husni mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan standar pelayanan. Namun, langkah ini seharusnya dilakukan sebelum kasus seperti ini mencuat ke publik. Pernyataan Husni justru mengonfirmasi bahwa BI hanya bertindak reaktif, bukannya proaktif dalam memberikan pelayanan berkualitas.

Yusril mendapat pesan WA untuk kembali datang pada hari Jumat. (Foto: TikTok @Yusril_Koto)
  1. Kekecewaan Publik yang Belum Terjawab

Sorotan tajam muncul atas ketidakmampuan Bank Indonesia menjalankan tanggung jawabnya. Yusril Koto, yang merasa diremehkan oleh petugas BI, mengatakan bahwa pelayanan BI tidak mencerminkan kepedulian terhadap masyarakat kecil.

BACA JUGA:  Batam Darurat Laka Lintas: 13 Nyawa Melayang dalam 3 Bulan, Ombudsman Desak Evaluasi Total

“Kenapa harus menunggu viral dulu baru ada tindakan? Kalau dari awal pelayanannya baik, kejadian seperti ini tidak perlu terjadi,” tegas Yusril.