Istri Keempat & Kelima: Jejak perpisahan mereka masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Istri Keenam (Diana/Fitri): Menemui ajal di tangan Jaka dengan pola yang sama: dicekik hingga patah tulang lidah karena cemburu.
Sebelum jasad Diana ditemukan, Jaka sempat menyusun skenario rapi. Ia menemui Nanang untuk menitipkan kunci rumah dan pamit pergi ke Subang dengan alasan rindu anak serta ingin “menenangkan diri” (self-healing) karena mengaku telah berpisah baik-baik dengan Diana.
Namun, alam punya cara sendiri untuk mengungkap kebenaran. Seekor kucing Anggora kesayangan Diana yang terlantar di luar rumah menjadi isyarat pertama bagi warga. Kucing yang biasanya dirawat apik itu mondar-mandir di teras rumah yang lampunya tetap menyala meski siang hari—sebuah tanda bahwa sang pemilik tak akan pernah kembali untuk memberi makan.
Pelarian yang Berakhir di Lumajang
Harapan Jaka untuk menghilang bak ditelan bumi pupus sudah. Setelah sempat mengirim pesan lirih kepada kakaknya, “Kak, tolong bimbing aku,” Jaka melarikan diri hingga ke Lumajang, Jawa Timur.
Tim gabungan Ditreskrimum Polda Kepri dan Satreskrim Polres Lingga akhirnya berhasil meringkus sang “Penjagal” di tempat persembunyiannya. Kini, Jaka harus menghadapi kenyataan pahit di balik jeruji besi.












