Kondisi ini mulai merembet ke ranah domestik. Tekanan dari kreditur perbankan hingga koperasi dilaporkan terjadi setiap hari terhadap para pelaku usaha.
“Sekarang mau masuk tahun ajaran baru. Uang sekolah anak-anak kami mulai tersendat karena modal mati di proyek pemerintah. Kami sangat mendesak Pemkab Lingga untuk segera mencairkan keringat kami,” tambah kontraktor lainnya.
Isu yang berkembang di lapangan menyebutkan bahwa janji pelunasan di bulan April secara teknis mustahil terealisasi. Muncul dugaan kuat bahwa pembayaran baru akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2026, yang berarti dana baru akan cair di pengujung tahun.
Jika informasi ini benar, pernyataan Wakil Bupati dinilai sebagai bentuk penyesatan informasi bagi publik dan pelaku usaha.
“Sebagai pejabat publik dan mantan Kepala Dinas PU, Pak Novrizal harusnya paham teknis dan empati terhadap kondisi kami. Jangan memberikan harapan palsu hanya untuk meredam aksi massa,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Wakil Bupati Lingga, Novrizal, belum memberikan tanggapan resmi.













