Sebab, indikator ekonomi Batam lainnya justru menunjukkan tren positif yang sangat kuat, seperti lonjakan kunjungan wisatawan, pertumbuhan investasi asing dan domestik yang signifikan, serta stabilitas dunia usaha dan ketenagakerjaan.
Untuk mengurai benang kusut tersebut, Pemko Batam dijadwalkan segera menggelar rapat koordinasi khusus bersama BP Batam, Bank Indonesia, BPS, dan Bea Cukai guna melakukan audit dan pendalaman data secara komprehensif.
“Kita tidak memiliki kepentingan untuk mengubah data. Yang kita perlukan adalah data yang objektif dan akurat. Saya selalu menegaskan bahwa bekerja tanpa data ibarat orang berjalan dalam gelap tanpa arah,” cetus Amsakar.
Stabilitas ekonomi dan akurasi data ini menjadi krusial. Pasalnya, menurut Bank Indonesia, stabilitas harga dan inflasi merupakan barometer utama yang dilihat oleh para investor sebelum menanamkan modal di Batam.













