“Inflasi diukur dari perubahan harga, bukan semata-mata tingkat harga. Karena itu, menjaga stabilitas harga, terutama di pasar tradisional, menjadi sangat penting mengingat fluktuasinya cukup tinggi,” jelas Rony.
Rony menambahkan, tingginya inflasi ini dipicu oleh kuatnya daya beli masyarakat Batam. Namun di sisi lain, Batam menghadapi tantangan struktural karena keterbatasan lahan pertanian produktif, sehingga pemenuhan kebutuhan pangan sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Amsakar Minta Kebijakan Khusus Tiket Pesawat untuk Batam
Mengingat Batam merupakan wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada konektivitas udara, tingginya tarif angkutan udara menjadi beban berat bagi makroekonomi daerah. Amsakar menegaskan perlunya ikhtiar bersama antara kebijakan lokal dan pusat.
“Apa yang bisa kita lakukan di tingkat daerah harus segera diikhtiarkan. Namun, untuk hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan nasional, seperti tarif angkutan udara, kita berharap ada pertimbangan khusus bagi Batam agar biaya yang ditanggung masyarakat dapat lebih ditekan,” tegas Amsakar.
Selidiki Kejanggalan Data Pertumbuhan Ekonomi 0 Persen
Selain persoalan inflasi, HLM TPID kali ini juga menyoroti anomali data pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan I tahun 2026 yang tercatat sebesar nol persen. Amsakar menilai angka tersebut kontradiktif dengan indikator riil di lapangan.













