BatamBatam Punya Cerita

Iman Sutiawan dan Doa dari Seberang Samudera: Ulang Tahun ke-50 Anak Pulau yang Tak Lupa Laut

46
×

Iman Sutiawan dan Doa dari Seberang Samudera: Ulang Tahun ke-50 Anak Pulau yang Tak Lupa Laut

Share this article
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 secara sederhana namun khidmat di kediamannya di kawasan Patam Lestari, Sekupang, Kamis siang (6/11/2025).
banner 468x60

Ia tahu bagaimana perahu menjadi doa,
bagaimana jarak adalah nasib yang menua dalam kesunyian. Ia tahu arti sebuah penantian pada ombak
yang datang tanpa jaminan.

Maka ketika ia berdiri di hadapan negeri ini, tak ada gemuruh tepuk tangan yang ia kejar, karena ia sendiri adalah tepukan lembut takdir pada bahu dunia yang letih, tak ada mahkota yang ia cari.
Ia hanya ingin laut tidak lagi menjadi batas bagi manusia.

Ia datang dengan ketulusan yang seperti sungai: mengalir tanpa peta,
namun sampai pada semua rumah-rumah yang menaruh harapan.

Lalu dia bilang: kita bukan superman

BACA JUGA:  Kena Prank Pintu Sendiri, Warga Baloi Kusuma Hampir Jadi Gelandangan Kalau Gak Ada Layanan 110

Duhai, betapa merendahnya cahaya ketika bersinar di tangan yang tenang.
Sebab yang kau bawa bukanlah keajaiban, tapi, agaknya, kesabaran:
yang lebih kuat dari gelombang, yang lebih dalam dari karang, lebih setia dari mercusuar.

Duhai anak pulau, kau telah menjadi jembatan bagi mereka yang selama ini berbicara kepada laut, tetapi tak pernah didengar kota. Usia adalah gelombang yang datang silih berganti. Namun hari ini, 6 November 2025, 15 Jumadil Awal 1447 Hijriah, laut tampak tenang sekali, angin seperti sedang membaca sebuah nama yang takkan pernah berhenti memberi arti.

Kami belum layak memberi selamat kepadamu, karena engkau telah lebih dulu menebar selamat bagi banyak hidup. Kami hanya menitipkan satu doa yang sederhana dari seberang samudera: semoga langkahmu selalu kembali kepada cinta yang semula jadi itu, cinta yang bergemuruh ketika engkau berkata: “saya melakukan semua ini dengan hati…”