Berita duka itu pertama kali diketahui warga yang melakukan pengecekan di lokasi kejadian. “Setelah dicek, ternyata memang warga kami, Argo dan Dasli,” jelas Asnan.
Air Mata Keluarga
Di rumah sederhana mereka di Desa Lebuh, isak tangis keluarga pecah saat jenazah kedua korban tiba. Argo dan Dasli dimakamkan berdampingan pada Selasa, 24 Desember 2024, meninggalkan kenangan akan kasih sayang dan pengorbanan mereka yang begitu besar untuk keluarga.
“Kehilangan mereka menjadi luka mendalam bagi kami. Mereka bukan hanya anak yang baik, tapi juga kakak yang bertanggung jawab,” ujar seorang anggota keluarga.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Lebuh. Kejadian tersebut juga menjadi pengingat akan bahaya cuaca buruk, terutama bagi para nelayan yang kerap menghadapi risiko besar di laut.
“Kami sangat berduka. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada saat melaut,” tambah Asnan.
Kenangan yang Abadi
Argo dan Dasli telah pergi, namun pengorbanan dan dedikasi mereka untuk keluarga tetap abadi. Kisah mereka menjadi bukti bahwa cinta keluarga adalah kekuatan terbesar, meski kadang harus dibayar dengan pengorbanan yang tidak terbayangkan.
Di lautan yang kini tenang, mungkin ada jiwa-jiwa yang tersenyum, mengetahui bahwa cinta mereka untuk keluarga akan selalu dikenang.













