KarimunKepriZona Headline

Hujan, Petir, dan Air Mata: Tragedi Dua Kakak Beradik Asal Karimun di Selat Malaka

1017
×

Hujan, Petir, dan Air Mata: Tragedi Dua Kakak Beradik Asal Karimun di Selat Malaka

Share this article

Kisah Nyata

Ilustrasi/Gudangberita
banner 468x60

LANGIT gelap menghiasi malam Senin, 23 Desember 2024. Hujan turun deras di perairan Internasional (OPL), diiringi petir yang membelah langit.

Di tengah badai itu, sebuah tragedi memilukan menimpa dua kakak beradik asal Desa Lebuh, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun. Argo (25) dan Dasli (27), yang tengah berjuang mencari tambahan penghasilan untuk biaya pernikahan sang adik, tewas disambar petir.

BACA JUGA:  Nekat Gasak 19 Kusen Alumunium Perumahan di Karimun, Maling Spesialis Rumah Kosong Diciduk Warga

Argo dan Dasli sebelas bersaudara. Keduanya kerap berbagi tanggung jawab untuk membantu keluarga besar mereka. Malam itu, mereka berangkat melaut membawa sayur dan buah-buahan untuk aktivitas barter dengan kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Malaka.

“Beberapa hari lagi adik mereka mau menikah. Jadi mereka melaut untuk mencari tambahan biaya,” ungkap Kepala Desa Lebuh, Asnan Patan, yang juga memiliki hubungan keluarga dengan korban.

BACA JUGA:  Lanal Karimun Tebar Kebaikan di Idul Adha 2026, Distribusikan Daging Kurban ke Masyarakat

Namun, niat mulia itu berubah menjadi duka mendalam. Sekitar pukul 19.05 WIB, saat keduanya berada di atas kapal pompong, hujan turun deras, disertai kilatan petir yang menghantam kapal mereka. Sambaran petir itu langsung merenggut nyawa Argo dan Dasli.

Perjalanan malam itu bukan hanya dilakukan oleh Argo dan Dasli. Mereka berangkat bersama dua rekan lainnya, namun dengan kapal yang berbeda. Ketika tragedi terjadi, rekan mereka hanya bisa menyaksikan dari kejauhan tanpa mampu memberikan pertolongan.