Mayoritas Terjadi di Klaster Pendidikan
Dr Radzi mengungkapkan jumlah kumulatif klaster yang dilaporkan hingga saat ini ada 7.248 klaster. Mayoritas adalah klaster di sektor pendidikan.
Ia menambahkan, tingkat perawatan pasien COVID-19 ke fasilitas kesehatan meningkat menjadi 2,9 persen per 100.000 penduduk pada Juli. Sedangkan pada Juni, tingkat perawatan hanya mencapai 2 persen.
“Angka ini sudah termasuk kasus suspek dan infeksi terkonfirmasi,” katanya.
Apa pemicu COVID-19 di Singapura?
Kasus COVID-19 di Singapura naik dua kali lipat hingga tembus lebih dari 20 ribu kasus. Lalu, apa yang menjadi pemicu kasus COVID-19 di Singapura meningkat?
Strait Times melaporkan, peningkatan infeksi COVID-19 itu kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor seperti musim perjalanan di akhir tahun dan berkurangnya kekebalan penduduk.
“Saat ini, tidak ada indikasi bahwa subvarian utama lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian lain yang beredar,” kata Kemenkes Singapura.
Walaupun negara-negara di wilayah beriklim sedang mengalami peningkatan kasus penyakit pernapasan. Kementerian Kesehatan menyebutkan secara keseluruhan kasus penyakit pernapasan di Singapura tetap stabil.
Otoritas kesehatan tersebut menyarankan masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan vaksinasi COVID-19. Kemudian merekomendasikan dosis tambahan sekitar satu tahun setelah dosis vaksin terakhir untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas, orang yang rentan secara medis, serta penghuni fasilitas perawatan lansia.













