Adapun wilayah Kerja (WK) migas yang mempunyai potensi jumbo tersebut nantinya bakal dipecah menjadi tiga WK.
“Kita umumkan Natuna D-Alpha (Blok East Natuna) yang CO2 sangat tinggi tapi potensi sumber daya sangat besar. 222 TCF kotor, jadi bersihnya sekitar 46 TCF potensi recover-nya,” kata Tutuka saat ditemui di Gedung DPR, dikutip Kamis (6/4/2023).
Baca juga: Festival Pase Maghos di Sedanau Bakal Meriahkan Lebaran Ketiga di Natuna
Seperti diketahui, pemerintah dinilai perlu segera mengembangkan potensi migas jumbo yang berada di Blok East Natuna. Pasalnya, terdapat beberapa kerugian yang akan ditanggung jika blok tersebut tidak segera dikembangkan.
Praktisi Migas dan Ketua Alumni Teknik Perminyakan ITB Hadi Ismoyo mengatakan pengembangan Blok East Natuna sendiri tergantung dari kemauan pemerintah. Oleh sebab itu, dia mendorong pengembangan Blok East Natuna dapat segera dikebut.
“Kalau tidak dikembangkan ada dua kerugian utama. Pertama, revenue buat NKRI. Kedua, geopolitik kawasan,” ujar dia beberapa waktu lalu.
Menurut Hadi, paling tidak dengan adanya bangunan fisik di wilayah tersebut, secara tidak langsung pemerintah juga telah menegakkan kedaulatan di East Natuna sebagai bagian utuh wilayah NKRI yang sah dan sesuai hukum internasional.













