NatunaWisataZona Headline

Gunung Ranai: Menyusuri Jejak Flora Langka dan Tiga Puncak Mistis di Natuna

235
×

Gunung Ranai: Menyusuri Jejak Flora Langka dan Tiga Puncak Mistis di Natuna

Share this article
Gunung Ranai. (ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Pada pagi yang masih basah oleh embun, Gunung Ranai berdiri tenang di Pulau Bunguran, Natuna. Ketinggiannya hanya 1.035 meter di atas permukaan laut, jauh dari gagahnya gunung-gunung raksasa di Jawa atau Sumatra.

Namun, siapa sangka, gunung dataran rendah ini menyimpan perjalanan alam yang tak biasa. Sebuah kisah tentang gradasi vegetasi yang berubah setiap langkah, seakan pendaki tengah menjelajahi gunung dengan ketinggian dua kali lipat.

Baca Juga:  Salah Injak Pedal, Sopir Mobil MBG Hantam Kerumunan Siswa SD

Gunung Ranai bukan sekadar ikon geografis, tetapi jantung ekologi Natuna. Di balik ketinggiannya yang bersahaja, ia menyuguhkan fenomena yang membuat banyak pendaki dan peneliti penasaran. Transisi flora dari hutan dataran rendah hingga ke karakteristik hutan dataran atas. “Seperti mendaki dua gunung berbeda,” ujar seorang pendaki lokal.

Tiga Puncak, Tiga Karakter

Baca Juga:  Bupati Cen Sui Lan Perluas Layanan Damkar Hingga Pulau Terluar Natuna, Dua Unit Mobil Baru Siap Tahun 2026

Gunung Ranai tak berdiri dalam satu garis puncak. Ia memiliki tiga puncak dengan karakter tebing berbeda.

Puncak Gunung Ranai

Puncak Serendit (968 mdpl). Tebing granit setinggi 100 meter yang menjadi tempat favorit anak sekolah setempat pada akhir pekan.

Puncak Erik Samali (999 mdpl). Gugusan tebing setinggi 150 meter yang jarang dikunjungi, namun menyajikan panorama kota Ranai yang menawan.