NatunaWisataZona Headline

Gunung Ranai: Menyusuri Jejak Flora Langka dan Tiga Puncak Mistis di Natuna

241
×

Gunung Ranai: Menyusuri Jejak Flora Langka dan Tiga Puncak Mistis di Natuna

Share this article
Gunung Ranai. (ist)
banner 468x60

Puncak Datuk Panglima Husin (1.035 mdpl). Titik tertinggi Gunung Ranai dengan dinding granit mencapai 200 meter, kokoh, sunyi, dan dipenuhi vegetasi unik.

Tiga puncak ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga titik pengamatan alam terbaik di Natuna.

Perjalanan Menuju Serendit: Lintah, Air Terjun, dan Napas Hutan

Air Terjun Gunung Ranai

Jalur pendakian paling populer dimulai dari Ranai Darat, di ujung jalan yang ditandai batu-batu besar dan rambu militer. Dari pusat kota, perjalanan dapat ditempuh satu jam berjalan kaki atau lima menit dengan sepeda motor.

Baca Juga:  Kolaborasi Srikandi PLN Batam dan Puskesmas Botania Perkuat Pencegahan Stunting, 89 Anak Ikuti Program

Pendaki akan melalui air terjun kecil dan jembatan kayu, sebuah rumah dengan deretan kaleng bir terbalik. Jalur menanjak yang perlahan membawa langkah memasuki hutan rimbun pada ketinggian 282 mdpl.

Di sinilah hutan yang sebenarnya dimulai. Lembap, teduh, dan kadang menghadirkan lintah-lintah kecil yang siap menempel di kaki.

Pada 292 mdpl, jalur terpecah. Ke kiri menuju air terjun, ke kanan menuju puncak. Sebagian pendaki menyimpan air terjun sebagai bonus perjalanan saat turun, karena lokasinya hanya 10 menit dari jalur utama.

Baca Juga:  Curanmor di Ranai Darat Terungkap, Pemuda 19 Tahun Ditangkap Polres Natuna

Kepiting Merah Ranai: Spesies Baru Tanpa Nama

Penemuan kepiting tiga warna di gunung dilaporkan tim peneliti BRIN dan National University of Singapore (NUS). Foto: Ng & Wowor

Semakin tinggi menanjak, kejutan alam makin banyak ditemukan. Pada ketinggian 600–700 meter, pendaki akan bertemu sekelompok kepiting darat merah cerah yang hanya hidup di Gunung Ranai.