Richard Hartnoll, pakar kepiting dari Inggris, menyebut hewan ini berasal dari genus Geosesarma, kelompok kepiting yang berkembang biak tanpa kembali ke laut. Telur mereka langsung menjadi kepiting kecil sebuah karakteristik unik yang membuatnya dianggap spesies baru yang belum diberi nama.
“Gunung Ranai ini surganya para peneliti,” ujar Hartnoll dalam tulisannya.
Napas Kantong Semar

Gunung Ranai juga merupakan rumah bagi Nepenthes ampullaria, kantong semar hijau yang tumbuh subur di sepanjang jalur setapak. Spesies ini tersebar di Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, hingga New Guinea, namun di Natuna ia tumbuh dengan karakter warna yang lebih pekat dan ukuran yang lebih padat.
Vegetasi ini menjadi daya tarik bagi para fotografer yang ingin menangkap wajah eksotis Gunung Ranai.
Pemandangan Granit Raksasa dan Keindahan Senja

Saat cuaca cerah, pendaki dapat melihat lempengan granit vertikal yang besar di sisi selatan. Itu adalah sisi tebing Puncak Serendit, menjulang seperti dinding batu yang melindungi Natuna dari kejauhan.
Dari puncak, perjalanan dapat dilanjutkan ke air terjun yang sepi dan jernih. Hanya 10 menit dari jalur utama sebuah tempat yang terasa seperti hutan pribadi yang tidak terjamah.








