Ketegangan makin meningkat hingga petugas pengamanan Claudia harus turun tangan dan meminta Yusril meninggalkan lokasi demi meredam situasi.
Tudingan ‘Tebang Pilih’ Penegakan Hukum
Yusril menilai penindakan atas proyek cut and fill di Batam tidak konsisten. Beberapa kasus ditindak cepat, sementara lainnya seperti di kawasan DAS Baloi — yang menurutnya lebih merusak lingkungan — justru dibiarkan dan terkesan lambat diatasi.
Ia menyebut dampak cut and fill di aliran Sungai Baloi telah merusak lingkungan sekitar, termasuk Perumahan Kezia Residence dan Permata Baloi. Namun, menurutnya, pemerintah terkesan menutup mata mengusut hingga tuntas.
Pemko Batam Hentikan Proyek 25 Hektare Milik PT Citylink
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan proyek milik PT Citylink Central Properti di Botania I dihentikan sementara karena belum memiliki izin lengkap.
“Proses perizinannya belum tuntas. Kalau ini diteruskan, bisa berdampak fatal pada lingkungan, apalagi saat musim hujan seperti sekarang,” ujar Amsakar.
Pihaknya juga akan menindaklanjuti keluhan pemilik proyek, Pak Aseng, yang mengaku perizinan di tingkat provinsi berjalan lambat.
Isu penimbunan aliran sungai dan proyek cut and fill kini menggelinding menjadi bola panas, menuntut transparansi dan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.













