LinggaLingkungan

Bukan Cuma Miskomunikasi, Ini Fakta Pedas di Balik Rusaknya Kebun Sagu Warga oleh PT CSA di Lingga

125
×

Bukan Cuma Miskomunikasi, Ini Fakta Pedas di Balik Rusaknya Kebun Sagu Warga oleh PT CSA di Lingga

Share this article

Rincian Kerugian di Blok E46 hingga F50: Belasan Warga Pekaka Kehilangan Aset Sagu Ratusan Juta

Alat berat PT CSA merusak lahan sagu milik warga Desa Pekaka akibat pengabaian zona penyangga atau buffer zone.
Alat berat PT CSA merusak lahan sagu milik warga Desa Pekaka akibat pengabaian zona penyangga atau buffer zone.
banner 468x60

Kepala Dinas Pertanian, Said Hendri, tidak menutup mata terhadap kekacauan ini. Ia mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi “biang kerok” hancurnya aset warga Pekaka:

Lemahnya Pengawasan: Manajemen pusat seolah lepas tangan terhadap aktivitas operator di garis depan.

Data Lahan yang Amburadul: Perusahaan bergerak melakukan pembukaan lahan tanpa memegang data kepemilikan lahan masyarakat yang valid dari tingkat desa.

BACA JUGA:  Resmi Dikuburkan, Hasil Autopsi Diana Kini Jadi Tumpuan Polisi Ungkap Misteri Kematian Mengenaskan

Miskomunikasi Kronis: Koordinasi antara pemilik konsesi (PT CSA) dan kontraktor pelaksana di lapangan terputus, mengakibatkan lahan warga dianggap lahan kosong.

“Kami telah mengambil langkah tegas. Aktivitas land clearing di area sagu dihentikan sementara secara total!” ujar Said Hendri usai melayangkan Nota Dinas dan surat penegasan resmi ke pihak perusahaan.

Menghadapi tekanan dari pemerintah dan viralnya protes tokoh muda setempat, Bustami, PT CSA akhirnya melunak dan menjanjikan ganti rugi.

BACA JUGA:  Nasib Tragis Perempuan di Dabo: Ditemukan Tewas Terkubur Hanya Beberapa Sentimeter

“Kami akan beri kompensasi dan pemilik kebun sudah setuju. Kami tidak ada niat menguasai kebun sagu,” dalih Guarman.

Namun bagi warga, kompensasi finansial hanyalah obat jangka pendek. Pemerintah kini mewajibkan PT CSA untuk melakukan rehabilitasi atau penanaman kembali lahan sagu yang telah gundul.