LinggaLingkungan

Bukan Cuma Miskomunikasi, Ini Fakta Pedas di Balik Rusaknya Kebun Sagu Warga oleh PT CSA di Lingga

123
×

Bukan Cuma Miskomunikasi, Ini Fakta Pedas di Balik Rusaknya Kebun Sagu Warga oleh PT CSA di Lingga

Share this article

Rincian Kerugian di Blok E46 hingga F50: Belasan Warga Pekaka Kehilangan Aset Sagu Ratusan Juta

Alat berat PT CSA merusak lahan sagu milik warga Desa Pekaka akibat pengabaian zona penyangga atau buffer zone.
Alat berat PT CSA merusak lahan sagu milik warga Desa Pekaka akibat pengabaian zona penyangga atau buffer zone.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Lingga – Klaim “ketidaksengajaan” yang dilontarkan manajemen PT Citra Sugi Aditya (CSA) atas hancurnya lahan sagu milik warga Desa Pekaka, Kecamatan Lingga Timur, tampak berbenturan keras dengan realita di lapangan.

Hasil investigasi resmi mengungkap adanya pengabaian SOP perlindungan lingkungan yang sistematis, jauh melampaui sekadar alasan miskomunikasi.

Direktur Umum Regional CAA Grup, Guarman, sebelumnya berkilah bahwa alat berat kontraktor hanya “tidak sengaja” menginjak bibit sagu saat melintas. Namun, data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga justru membeberkan fakta yang lebih “pedas”.

BACA JUGA:  Misteri Hilangnya Jaka: Sang Suami Posesif di Balik Tragedi Diana, Mayat Wanita Tanpa Busana di Setajam

Fakta Pertama: Pengabaian Total Buffer Zone

Temuan paling mencolok dari tim bidang perkebunan adalah ketiadaan buffer zone atau zona penyangga. Sesuai aturan, perusahaan wajib menyisakan jarak minimal 50 meter sebagai area perlindungan antara aktivitas perkebunan dengan lahan masyarakat atau area konservasi.

Nyatanya, di blok E46, E47, F46, dan F50, alat berat PT CSA melaju tanpa batas pelindung, melumat spot-spot kebun sagu yang menjadi gantungan hidup warga lokal.

BACA JUGA:  Ngeri! Niat Ajak Anak Main di Taman Dabo, Warga Malah Temukan Kabel Listrik 'Maut'

Fakta Kedua: Skala Kerusakan yang Masif

Jika perusahaan menyebut hanya “terinjak saat lewat”, data pemerintah menunjukkan skala yang jauh lebih luas. Tercatat sedikitnya 11 warga terdampak dengan estimasi kerugian rata-rata 2 hektare per orang. Total belasan hingga puluhan hektare lahan sagu yang tersebar kini dalam kondisi rusak akibat aktivitas land clearing untuk perkebunan sawit tersebut.