NatunaOpini

Ekonomi Kabupaten Natuna: Ketergantungan pada Belanja Pegawai dan Dampak Krisis Keuangan Masyarakat

1588
×

Ekonomi Kabupaten Natuna: Ketergantungan pada Belanja Pegawai dan Dampak Krisis Keuangan Masyarakat

Share this article
Riky Rinovski. (Foto: dok. Pribadi)
banner 468x60

Di Natuna, sektor swasta masih terbatas, sehingga perekonomian sangat bergantung pada belanja pegawai pemerintah. Ketika TPP tidak cair, daya beli masyarakat menurun drastis, yang kemudian berdampak pada penjualan pedagang kecil, warung makan, dan usaha mikro lainnya. Hal ini menciptakan efek domino yang merugikan perekonomian lokal.

Dampak pada Pedagang Kecil

Tata, seorang pedagang ayam potong di pasar Ranai, merasakan langsung dampak dari keterlambatan pembayaran TPP. Ia mengeluhkan penurunan penjualan yang signifikan sejak awal Januari 2025. Biasanya, ia mampu menjual sekitar 60 ekor ayam setiap hari, namun kini penjualannya merosot menjadi hanya 25-30 ekor per hari.

BACA JUGA:  Ribuan Batang Benih dan Ton Pupuk Guyur Natuna, Apa Syarat Wajib Bagi Kelompok Tani?

“Parah bang, penurunannya jauh sekali. Beginilah kalau TPP belum cair, imbasnya terasa betul ke pedagang,” ujarnya pada Senin, 3 Maret 2025.

Tata menjelaskan bahwa pelanggannya, terutama para pedagang nasi, biasanya membeli 10 ekor ayam setiap hari. Namun, kini mereka hanya membeli 5 ekor karena warung makan mereka juga terkena dampak penurunan daya beli masyarakat.

BACA JUGA:  Literasi Bukan Sekadar Soal Anggaran

“Tapi kami bersyukur juga karena kemarin di awal bulan puasa penjualan naik sedikit dari yang biasanya,” kata Tata, mencoba melihat sisi positif di tengah kesulitan.