Komandan Kodal IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko menegaskan keberhasilan operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AL menjaga kedaulatan laut sekaligus memutus mata rantai penyelundupan sumber daya alam strategis.
“Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia sekaligus mencegah penyelundupan sumber daya alam strategis yang merugikan negara,” ujar Berkat dalam konferensi pers di Lanal Dabo Singkep, Senin (3/8/2026).
Operasi tersebut melibatkan Satgas Terpadu Quick Response, Lanal Dabo Singkep, Kodal IV, KRI Beladau-643 Koarmada I, Satgas Cakra 26, dan Satuan Pusintelmal.
Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen mengenai aktivitas mencurigakan di perairan Pekajang sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat patroli berlangsung, aparat menemukan dua unit High Speed Craft (HSC) bersandar di sebuah kerambah apung.
Namun ketika petugas mendekat, kedua kapal tersebut melarikan diri dengan kecepatan tinggi sehingga belum berhasil diamankan.
Penyelidikan kemudian difokuskan pada kerambah yang ditinggalkan.
Di bawahnya, aparat menemukan 42 karung pasir timah yang disembunyikan di dasar perairan.
Dalam konferensi pers, Komandan Kodal IV menyatakan penyidik masih menelusuri dugaan jalur distribusi pasir timah dari Bangka Belitung, proses pemindahan muatan di tengah laut, hingga dugaan tujuan pengiriman ke Malaysia.











