Kedua korban mengaku ingin segera pulang ke Indonesia karena tidak sanggup lagi menerima tekanan kerja dan hukuman, terutama jika gagal memenuhi target mendatangkan pelanggan judi online.
Pihak keluarga menyebut telah menghubungi Satgas PMI Provinsi Kepulauan Riau. Seorang petugas bernama Rizki dikabarkan telah membantu proses pendataan serta mengirimkan tembusan laporan ke Jakarta dan ke KBRI di Kamboja.
Namun hingga kini, keluarga mengaku belum menerima respons lanjutan. Mereka juga sempat berkomunikasi dengan seseorang bernama Dadang, namun tidak mendapatkan tindak lanjut. Petugas Satgas PMI lainnya, Andi, disebut menyampaikan bahwa proses pemulangan korban hanya dapat dilakukan melalui mekanisme penebusan, sementara penjemputan langsung dinilai tidak memungkinkan.













