“Kami mengecam keras tindakan aparat Polri yang menyebabkan tewasnya rekan kami. Kami menuntut peristiwa ini diusut hingga tuntas,” tegasnya.
Brimob Minta Maaf dan Siap Bertanggung Jawab
Merespons situasi yang memanas, pihak Brimob melalui perwakilannya, Jemmy, menyampaikan permintaan maaf sekaligus memastikan institusinya akan bertanggung jawab.
“Kami atas nama pimpinan memastikan kepada teman-teman ojek online bahwa kami akan bertanggung jawab sepenuhnya,” kata Jemmy dikutip dari Beritasatu.com.
Ia menegaskan, pemeriksaan internal sedang dilakukan terhadap seluruh tim yang bertugas pada hari kejadian. “Semua satu tim sedang didalami. Kami tidak akan lari dari tanggung jawab,” imbuhnya.
Selain itu, Brimob memastikan akan memantau kondisi korban secara intensif dengan berkoordinasi bersama pihak rumah sakit.
“Sekali lagi kami meminta maaf. Kami pastikan akan bertanggung jawab penuh,” tutupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tragedi terjadi sekitar pukul 19.40 WIB di dekat SPBU Jalan Lamper, Benhil, Jakarta Pusat. Saat itu, korban diduga tengah melintas ketika mobil barracuda Brimob melaju kencang hingga menabraknya.
Sejumlah saksi menyebut korban sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya terlindas roda kendaraan. Warga sekitar bersama pengemudi ojol lain segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.









