“Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dengan baik sehingga risiko banjir yang selama ini dihadapi masyarakat dapat minimalkan,” ujar Bupati Natuna Cen Sui Lan saat memantau progres di lapangan.
Cen Sui Lan menjelaskan bahwa peninjauan lapangan yang dilakukan secara maraton ini merupakan bagian dari proses identifikasi kawasan rawan banjir secara makro.
Data teknis serta kendala geografis yang ditemukan di kedua desa akan menjadi cetak biru (blueprint) bagi Pemerintah Daerah dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran berikutnya.
Namun, pembenahan infrastruktur ini bukan tanpa tantangan. Di beberapa titik, padatnya permukiman warga sempat menjadi kendala akses bagi alat berat.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Natuna tengah menyiapkan strategi sosialisasi yang intensif serta tindak lanjut yang terarah agar proyek pelayanan publik ini berjalan tanpa hambatan.
Mengakhiri peninjauannya, Bupati Natuna mengingatkan bahwa rampungnya drainase dan normalisasi sungai tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya kesadaran lingkungan dari masyarakat setempat.
Warga diajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian aliran air agar manfaat dari penguatan infrastruktur dasar ini dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.













