Gudangberita.co.id, Natuna — Kunjungan kerja Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, ke Pasar Rakyat Ranai pada Rabu (1/12/2026) siang, tidak hanya sekadar menjadi panggung seremonial sinergi daerah.
Peninjauan yang diklaim sebagai inspeksi mendadak (sidak) tersebut justru menelanjangi berbagai persoalan klasik fasilitas publik yang hingga kini belum tuntas di wilayah perbatasan tersebut.
Meski kedatangan orang nomor satu di Natuna dan nomor dua di Kepri itu disambut hangat, para pedagang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menumpahkan keluhan yang selama ini luput dari penanganan maksimal pemerintah.
Saat meninjau area pasar sayur, dialog antara pejabat dan warga pasar beralih dari sekadar obrolan harga menjadi ruang penyampaian aspirasi yang mendesak.
Para pedagang blak-blakan mengeluhkan buruknya infrastruktur dasar pasar, mulai dari seretnya pasokan air bersih hingga kondisi saluran pembuangan air (drainase) yang memprihatinkan.
Masalah sanitasi dan air di pasar tradisional merupakan isu krusial yang berdampak langsung pada higienitas bahan pangan yang dijual ke masyarakat.
Mengapa masalah mendasar seperti air bersih dan drainase di pusat perdagangan utama Ranai ini belum juga terselesaikan oleh Pemkab Natuna sebelum kunjungan ini terjadi?











