Namun, pengakuan itu hanyalah kedok. Fakta medis dari hasil autopsi mengungkapkan Diana tewas dicekik hingga patah tulang lidah sebelum akhirnya dikubur secara sembunyi-sembunyi.
Nanang mengaku sempat berkomunikasi dengan Jaka pada Selasa pagi. Melalui sambungan telepon, Jaka bahkan sempat meminta bantuan dana kepada kakaknya. Namun, begitu jasad Diana ditemukan sore harinya, sikap Jaka berubah total.
Sekitar pukul 19.05, 20.04, hingga 20.06, Nanang mencoba menghubungi lewat WhatsApp Call tiga kali, tapi tidak dijawab lagi.
Kekecewaan Nanang bukan tanpa alasan. Ia sudah sangat paham tabiat adiknya yang penuh masalah. Diana adalah wanita keenam dalam hidup Jaka. Fakta mengerikan terungkap bahwa Jaka adalah residivis kasus pembunuhan istri pertamanya sendiri di Batu Berdaun pada tahun 2011 silam.
Nanang bahkan sempat menjadi mediator saat Diana dan Jaka cekcok hebat pada hari Minggu (26/4). Saat itu, Nanang sudah menyarankan Jaka untuk melepaskan Diana yang sudah tiga kali mencoba kabur dari rumah.
“Saya bilang, bini engkau sudah tak suka lagi. Biarkan sajalah dia pergi. Cari perempuan lain,” kenang Nanang.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala M Nababan, menyatakan pihaknya telah memeriksa 9 orang saksi dan terus melacak keberadaan Jaka yang diduga sudah berada di luar Pulau Singkep.













