Hingga kini, masyarakat Rempang masih menunggu bukti nyata dari janji BP Batam. Jika sejarah proyek besar lainnya menjadi acuan, masyarakat khawatir bahwa mereka hanya akan menjadi penonton dalam pembangunan yang seharusnya membawa kesejahteraan, namun malah meninggalkan luka sosial dan ekonomi.
Aksi mahasiswa dan warga dipastikan tidak akan berhenti sampai pemerintah menunjukkan keberpihakan yang jelas kepada rakyat.
BACA JUGA: Dari "Pantai Stres" Menuju Pantai Rindu: Metamorfosis dan Sisi Kelam Pantai Piwang Natuna
“Kami tidak akan diam sampai keadilan ditegakkan. Rempang adalah bukti nyata ketidakadilan, dan kami akan terus melawan!” ujar salah satu mahasiswa dengan tegas.













