Meski demikian, analisis menunjukkan pergerakan bibit ini ke arah timur laut dalam 24-72 jam mendatang dengan potensi pembentukan siklon tropis yang rendah.
BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor, angin kencang yang berisiko menumbangkan pohon dan merusak infrastruktur hingga sambaran petir yang membahayakan keselamatan jiwa.
“Warga Kepulauan Riau, khususnya di Natuna, diharapkan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan menghindari aktivitas di laut selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung,” ujar Ramlan.
Untuk meminimalkan risiko, BMKG merekomendasikan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan drainase berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi banjir, melakukan penebangan atau pemangkasan pohon yang berisiko tumbang, menghindari aktivitas di sekitar laut dengan gelombang tinggi.













