Jika dihubungkan dalam konteks Kota Batam ia bersyukur jika Pemko Batam selama ini cukup memiliki andil besar dalam pengauatan SDM muslim dengan membangun masjid, salah satunya masjid terbesar di Sumatera yakni Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, begitu juga dengan masjid lainnya dimana 800 masjid/musola dibangun di Batam.
Yang kedua dikatakannya dalam membangun Madinah yakni menguatkan persatuan dan kesatuan umat. “Rasul memperkenalkan tiga jenis ukhuwah yakni ukhuwah islamiyah (persatuan sesama muslim) di mana rasul mempersatukan sejumlah kaum di Madinah seperti Muhajirin dan Ansor. Ukhuwah Basyariah (persaudaraan sesama manusia), dan Ukhuwah Wathaniyah (sesama anak bangsa),” ucapnya. Hal itu juga yang perlu dibangun dan dijaga di Kota Batam yang multikultur
Yang ketiga yakni menegakkan konsititusi. Jadi apapun suku bangsa, warna kulit dan sebagainya tunduk dalam sebuah konstitusi yang dikenal dengan Mitsaqul Madinah (piagam madinah). “Disana juga diatur kewajiban membela negara. Contoh bagi Kota Batam jika ingin menjadi Kota Madani, baik aparat, ulama harus taat pada aturan konstitusi yang ada,” ucapnya
Kemudian yang keempat, menyusun strategi ekonomi politik pertanahanan dan keamanan. “Saat itu pasar-pasar dikuasai Yahudi Madinah dalam perdagangan. Rasul bersama sahabat yang ahli perdagangan kemudian membentuk pasar baru yang juga menjadi pusat ekonomi kerakyatan kala itu. Begitu juga dengan mengatur strategi keamanan Kota Madinah, rasul mengatur stategi yang matang saat terjadi perang Badar, Perang Uhud, Perang Ahzab dan lainnya. Rasul tampul sebagai pemimpin dan manajer yang baik,” ucapnya.













