BatamZona Headline

Berawal dari Komentar Daging Babi, Pria di Batam Berakhir di Sel karena Hina Suku Melayu

12
×

Berawal dari Komentar Daging Babi, Pria di Batam Berakhir di Sel karena Hina Suku Melayu

Share this article
45840408 - hand holding a blank speech bubble sign ready for message
banner 468x60

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian, membeberkan kronologi dan motif di balik nekatnya tersangka RS mengunggah ujaran kebencian tersebut.

Semua bermula ketika RS melihat sebuah video di Facebook mengenai kebijakan penutupan lapak penjualan daging babi di wilayah Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Di bawah unggahan video tersebut, bertebaran berbagai komentar dari netizen.

BACA JUGA:  Krisis Air di Natuna: Debit Air Baku Merosot 60%, Embung Sebayar Jadi Harapan Terakhir?

RS mengaku merasa tersinggung karena menilai ada beberapa komentar dari netizen lain yang menyudutkan atau menyinggung Suku Batak. 

Alih-alih meredam situasi, RS yang gelap mata langsung membalas dengan mengetik komentar balasan yang menyerang, merendahkan, dan menghina Suku Melayu menggunakan akun Facebook pribadinya.

Komentar rasis tersebut kemudian menyebar luas dalam bentuk tangkapan layar (screenshot). Pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, seorang warga Melayu berinisial W (34) melihat unggahan tersebut di wilayah Sagulung.

BACA JUGA:  Bukan Menolak, Pemko Batam Tengah Kaji Efisiensi Anggaran Sebelum Terapkan WFH ASN

Merasa martabat sukunya diinjak-injak dan khawatir komentar tersebut memicu perpecahan serta konflik antarsuku di Batam, W langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan akun tersebut ke Polresta Barelang.

Ditangkap di Rumah Kos Batu Aji dalam Waktu Kurang dari 24 Jam