Batam

Ekonomi Batam Meroket Tapi Pengangguran Masih Hantui Warga, Apa yang Salah?

1
×

Ekonomi Batam Meroket Tapi Pengangguran Masih Hantui Warga, Apa yang Salah?

Share this article
Antrean bursa kerja. (foto: ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Pertumbuhan ekonomi Kota Batam mencatatkan angka impresif. Pada Semester I 2026, ekonomi Batam melonjak hingga 7,28 persen dari 6,76 persen di tahun 2025, disokong nilai realisasi investasi fantastis yang menembus Rp29,9 triliun. Angka kemiskinan pun berhasil ditekan turun ke 3,81 persen.

Namun di balik menterengnya indikator makroekonomi tersebut, sebuah paradoks masih menyelimuti wilayah industri ini: angka pengangguran dan keresahan warga lokal akan sulitnya mendapat pekerjaan masih membayangi. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

BACA JUGA:  Peletakan Batu Pertama SMKN 13 Batam, Amsakar Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tak menampik ketimpangan ini. Dalam acara penandatanganan Kesepakatan Bersama Sinergi Penguatan Urusan Ketenagakerjaan di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (11/9/2026), ia blak-blakan menyoroti persoalan yang kerap memicu diskursus di ruang publik.

“Sering menjadi diskursus di ruang publik bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal. Lewat MoU ini, kita tidak lagi hanya mengandalkan imbauan verbal. Kita perkuat komitmen agar perusahaan-perusahaan di Batam memprioritaskan penyerapan tenaga kerja tempatan,” tegas Amsakar.

BACA JUGA:  'Rayap Besi' Gotong 14 Batang U-Head, Ending-nya Cium Aspal Dikepung Bapa-Bapa Tanjung Uma

Salah satu akar masalah utama yang memicu tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Batam adalah melesatnya arus migrasi masuk. Daya tarik ekonomi Batam yang kuat justru memicu laju kedatangan pencari kerja dari luar daerah dalam jumlah masif.