Opini

Ancab Gardapati 2025: Saat Profesionalisme Prajurit Menjawab Tantangan Geopolitik

311
×

Ancab Gardapati 2025: Saat Profesionalisme Prajurit Menjawab Tantangan Geopolitik

Share this article
banner 468x60

Oleh: Riky Rinovski,

Ketua Setya Kita Pancasila Kabupaten Natuna

Ada satu hal yang tak boleh dilewatkan dari Latihan Puncak Antar Kecabangan (ANCAB) Yonif Komposit 1/Gardapati di Natuna tahun ini: zero insiden. Ya, latihan besar, melibatkan 1.223 personel, menggerakkan tank, arhanud, armed, kavaleri, heli, dan seluruh taktik perang modern – namun ditutup tanpa satu pun insiden. Ini bukan sekadar capaian administratif. Ini buah dari disiplin, profesionalisme, dan kesungguhan dalam membangun kekuatan pertahanan yang benar-benar siap.

Baca Juga:  26 Tahun Natuna: Negeri Dewasa yang Masih Bergantung

Dan bagi saya, sebagai Ketua Setya Kita Pancasila Kabupaten Natuna, capaian ini bukan hanya prestasi TNI AD. Ini adalah wujud nyata bahwa amanah Presiden Prabowo Subianto tentang Indonesia yang kuat, disegani, dan siap di garis depan benar-benar diterjemahkan dengan baik di lapangan.

Letjen TNI Mohamad Hasan – Dankodiklat AD – menjelaskan dengan gamblang tujuan latihan ini: melatih kembali Batalyon Komposit Natuna dalam skenario perang nyata. Batalyon ini sudah lama ditempatkan di Natuna, tetapi belum pernah diskenariokan menghadapi serangan langsung, terutama dari arah Laut Cina Selatan.

Baca Juga:  Koperasi Desa Merah Putih: Antara Semangat Gotong Royong dan Tantangan Implementasi di Daerah

Narasi ini sangat penting. Karena Natuna bukan sekadar pulau terluar. Natuna adalah gerbang sebelum Indonesia disentuh ancaman eksternal.