Karena itu saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran TNI AD, terutama Prajurit Yonif Komposit 1/Gardapati dan penyelenggara latihan.
Natuna: Ujung Tombak yang Kini Makin Tajam
Mengapa latihan ini penting? Karena Natuna adalah titik yang selalu masuk dalam radar geopolitik internasional. Wilayah kaya sumber daya, berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, dan menjadi rute strategis ekonomi global.
Kita tidak bisa menempatkan pasukan di sana hanya sebagai simbol. Kesiapan tempur mereka harus nyata – dan latihan ANCAB ini menjawab kebutuhan itu.
Tiga poin yang saya soroti:
- Zero Insiden → menegaskan profesionalisme TNI AD.
- Skenario ancaman realistis → bukan latihan imajinasi, tapi berbasis kondisi faktual.
- Implementasi amanah Presiden Prabowo → memperkuat pertahanan, khususnya di wilayah frontier seperti Natuna.
Saya juga mengapresiasi langkah TNI AD memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak aktivitas latihan. Ini langkah kecil, tetapi meninggalkan pesan besar: pertahanan bukan sekadar tentang senjata – tetapi juga hubungan harmonis antara pasukan dan rakyat.
Ini bagian dari roh Sishankamrata yang sesungguhnya. Dengan selesainya latihan ini, saya percaya Natuna telah memberikan contoh penting:
Bahwa Indonesia tidak hanya siap menghadapi ancaman, tetapi juga mampu melatih pasukannya secara modern, disiplin, aman, dan profesional.
Dan jika kita mempertahankan standar seperti ini, maka daya tangkal Indonesia akan semakin kuat, khususnya di wilayah strategis yang menjadi etalase kedaulatan seperti Natuna.







