Opini

Pers Card Number One: Jalan Panjang Kesetiaan Cak Iban

63
×

Pers Card Number One: Jalan Panjang Kesetiaan Cak Iban

Share this article
Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani yang kerap disapa Cak Iban. (Foto: PWI Kepri)
banner 468x60

Catatan Ramon Damora

TIDAK semua wartawan mengejar sorotan. Sebagian memilih berjalan pelan, konsisten, dan setia, bahkan ketika zaman berubah dengan kecepatan yang melelahkan. Saibansah Dardani, yang oleh banyak kawan disapa Cak Iban, termasuk dalam barisan terakhir itu.

Ketika Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menganugerahkan Press Card Number One (PCNO) kepadanya, itu penanda usia pengabdian. Bagi Cak Iban, kartu bernomor satu itu adalah pengakuan, atas kesetiaan.

BACA JUGA:  Perhelatan Kenduri Seni Melayu Batam: Lebih dari Sekedar Pesta Rakyat

Undangan resmi sebagai penerima Press Card Number One telah ia terima dari Panitia Pusat Hari Pers Nasional 2026. Dalam surat bernomor: 476/PWI-P/HPN2026/I/2026 tanggal 27 Januari 2026 tersebut ditegaskan bahwa PCNO akan diserahkan dalam sebuah acara khusus, sebagai bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026, 9 Februari, di Banten, sebuah momentum simbolik yang menempatkan penghargaan ini sebagai peneguhan nilai dan rekam jejak profesi.

BACA JUGA:  Gak Mau Ada 'Dongeng FIFA' Lagi, Fans Bola Seluruh Dunia Bersatu Dukung Spanyol Tekuk Messi

“PCNO bukan penghargaan biasa. Bagi saya, ini pengakuan dari organisasi profesi tertua di Indonesia atas dedikasi, kontribusi, dan kesetiaan pada profesi wartawan,” katanya.

Ia menyebut angka 33 tahun bukan semata hitungan waktu, tetapi juga rekam jejak, yang panjang, yang ditinggalkan dari satu ruang redaksi ke ruang redaksi lain, dari media cetak ke media siber, dari lapangan liputan ke ruang pengambilan keputusan redaksi.

BACA JUGA:  Penguatan Kapasitas Guru: Kunci Transformasi Pendidikan yang Berkelanjutan

Nilai yang dipegang teguh sejak awal justru lahir dari kesadaran sederhana: wartawan adalah pembelajar seumur hidup. Sejak masih menjadi wartawan muda di Harian Pagi Riau Pos di Pekanbaru, Cak Iban belajar secara otodidak, dan lebih penting lagi, belajar langsung dari para wartawan senior. Nama-nama seperti Rida K. Liamsi, Kazzaini KS, dan Mostamir Thalib menjadi rujukan profesionalisme.